SEBAIK-BAIK MANUSIA ADALAH YANG BERMANFAAT BAGI ORANG LAIN (SESAMA MANUSIA)

Sabtu, 06 Juli 2013

HADITS DAN ULUMUL HADITS



TGL PENYERAHAN RESUME      :
NAMA                        : BADRUSSALAM MUCHTAR, S.Pd.I
UTUSAN                    : MATHLA’UL ANWAR
MATA KULIAH       : HADITS DAN ULUMUL HADITS
DOSEN                      : KH. SANUSI AZHARI
JENIS TUGAS           : RESUME
TGL. MATERI           : SABTU, 29 JUNI 2013       


Dari Mata Kuliah Hadits dan Ulumul Hadits dapat diambil beberapa kesimpulan (Resume) diantaranya :
1.      Sumber hukum Islam yaitu, Al- Qur’an dan Al-Hadits, dari Al- Qur’an dan Al- Hadits berkembang menjadi Qiyas, dari Qiyas berkembang lagi menjadi Ijma’. Qiyas tidak bisa dilaksanakan apabila tanpa (tidak ada) adanya keterangan dari Al- Qur’an dan Al- Hadits, begitupun Ijma harus ada berkesinambungan antara hadits dan Al- Qur’an.
2.      Berbedanya pendapat hadits bukan dari sanad dan rawinya, melainkan sudah masuk kedalam kepentingan kelompok. Maka hadits inipun dikatakan hadits palsu.
3.      Yang bisa membedakan antara hadits asli dan hadits palsu itu bukan dari orang biasa, melainkan dari ulama hadits ( ahli hadits).
4.      Hadits terbagi menjadi 4 bagian, yaitu :
a.       Hadits Qauli (Hanya dengan perkataan Nabi)
b.      HaditsFi’li ( Hanya dari prilaku Nabi)
c.       Taqriri ( Diamnya Nabi, ketetapan Nabi,  dengan tidak melarangnya ataupun menyuruhnya)
d.      Hadits Hammiyah ( Suatu cita- cita Nabi, angan- angan Nabi, kemauan nabi yang masih belum nabi laksanakan, dikarenakan sudah wafatnya Nabi).
5.      Suatu kesalahan atau kelemahan para pembaca hadits itu tidak menyebutkan dari golongan hadits apa, ataupun dari sanadnya, perawinya, tetapi cukup hanya dengan menyebutkan al- hadits.
6.      Istilah dalam ilmu hadits ada beberapa macam, diantaranya :
a.       Orang yang hidup setelah rasul wafat dan masuk Islam, maka disebut Tabi’in.
b.      Orang yang hidup di zaman Tabi’in, dan Masuk Islamnya pada masa Tabi’in, maka disebut Tabi’in thabi’in.
7.      Umar bin Abdul Aziz, muncul istilah tersebut sebagai khalifah kelima.
8.      Matan adalah Inti dari hadits itu, kata- kata yang tersusun dan menjadi suatu inti dari hadits tersebut ( bentuk tulisannya).
9.      Sanad adalah Jalannya hadits, mulai dari Nabi, sahabat sampai kepada yang merawikannya.
10.  Salah satu keistimewaan hadits adalah sangat memperhatikan sanadnya, untuk keshahihan hadits tersebut ( harus dari orang yang wara’),
11.  Mutafaq ‘Alaih adalah istilah untuk hadits yang disepakati oleh ulama Imam hadits.
12.  Istilah para perawi hadits, yaitu :
No
Rawahussab’ah
Rawahussittah
Rawahulkhomsah
Rawahutstsalatsah
1
Imam Ahmad
Imam Bukhori
Imam Ahmad
Imam Abu Daud
2
Imam Bukhori
Imam Muslim
Imam Abu Daud
Imam Ibnu Majah
3
Imam Muslim
Imam Abu Daud
Imam Ibnu Majah
Imam Tirmidzi
4
Imam Abu Daud
Imam Ibnu Majah
Imam Tirmidzi

5
Imam Ibnu Majah
Imam Tirmidzi
Imam Nasa’i

6
Imam Tirmidzi
Imam Nasa’i


7
Imam Nasa’i



                                                          

13.  Hadits ada istilah mentarji’ ( yang kuat, memperkuat).
14.  Macam- macam hadits berikut istilahnya, dibagi sebagai berikut :
No
Nama Hadits
Keterangan
1
Majhul
Hadits yang perawinya tidak dikenal
2
Gharib
Hadits yang hanya mempunyai 1 sanad saja
3
‘Aziz
Hadits yang hanya mempunyai 2 sanad saja
4
Mashur
Hadits yang diriwayatkan dari beberapa sanad, tetapi belum sampai kepada mutawattir
5
Mutawattir
Hadits yang diriwayatkan yang jumlah dari perawinya banyak
6
Marfu’/mausul
Hadits yang sanadnya sampai kepada Nabi
7
Mauquf
Hadits yang sanadnya hanya sampai kepada sahabat
8
Muallaq
Hadits yang sifatnya langsung perkataan Nabi yang tidak disebutkan sanadnya
9
Mursal
Hadits yang hanya sampai kepada tabi’in dan langsung kepada Nabi, tidak melalui sahabat.
10
Mu’dor
Hadits yang diriwayatkan langsung taanpa kepadda tabi’in, tabi’in tabi’in, sahabat dan rNabi..
11
Munqotih
Hadits yang perawinya tidak mau menyebutkan sanadnya, karena tidak suka, takut haditsnya ada dari bagian perawi yang pernah berbohong
12
Maudu’
Hadits dari perawinya ada yang pernah berbohong.
13
Maqtrub
Hadits yang tidak perlu dibicarakan
14
Mudhaz
Hadits yang terselip perkataan perawinya ( bukan dari Nabi) dikarenakan dalam keadaan lupa.
15
Dho’if
Hadits yang perawinya lemah

15.  Ilmu Hadits adalah Ilmu tentang sabda Nabi, perbuatan Nabi, dan penetapan Nabi.
16.  Ulumul Hadits adalah Ilmu pengetahuan yang menjadi sarana untuk mengenal keabsahan, kehasanan hadits, dan mengenal sanad, matan, dan perawi hadits.
17.  Cara mengetahui hadits palsu atau dikatakan palsu karena :
a.       Harus tahu dari sanadnya dari kepalsuan.
b.      Harus mencari sanad, matan dari kepalsuannya.
c.       Ada yang bertentangan dengan ayat Al – Qur’an
d.      Apabila tidak bisa membuktikan dari hadits palsu tersebut, maka disebut ucapannya atau pengakuannya mengada- ngada.
18.  Secara garis besar, cabang ulumul hadits terbagi menjadi dua bagian, yaitu :
a.       Ilmu Riwayah ( Ilmu pengetahuan untuk mengetahui penukilan, penulisan, pengumpulan hadits, kemudian disandarkan kepada Nabi).
b.      Ilmu Dirayah ( aturan- aturan, kaidah untuk mengetahui hal ihwal tentang sanad, matan, cara- cara menerima dan menyampaikan hadits, dan sifat- sifat perawi.
19.  Cabang Ilmu Hadits dari sanad, Yaitu :
a.       Membicarakan sanad ( Rijalulhadits )
b.      Tingkatan para perawi ( Thobaqatilrawaahi )
c.       Sejarah Hadits (  Thaarikh Rijalulhadits )
d.      Penguatan / yang menguatkan (  Ajjaarah attarjim )
e.       Berbeda- beda matan ( Ahaadulqudsiah )
20.  Cabang Ilmu Hadits dari matan, yaitu :
a.       Hadits gharim ( Ilmulgharimilhadits )
b.      Tujuan hadits (  Ashaabulhadits )
c.       Sejarah matan (  Thawarikhulmatan )
d.      Nasikh dan mansukh hadit ( Nasikh wa mansukhulhadits )
21.  Perintis dari ulumul hadits yaitu :
a.       Al- Qodi Ibnu Muhammad
b.      Al- Hakim Ibnu Abdillah
c.       Abu Nu’am Al- Asfihani
d.      Al- Khatib Abu Bakar Al- Baghdady
e.       Al- Qodi Al- Iyadi
f.       Abu Hafsin