SEBAIK-BAIK MANUSIA ADALAH YANG BERMANFAAT BAGI ORANG LAIN (SESAMA MANUSIA)

Sabtu, 06 Juli 2013

PEMIKIRAN MODERN DALAM ISLAM



TGL PENYERAHAN RESUME      :
NAMA                        : BADRUSSALAM MUCHTAR, S.Pd.I
UTUSAN                    : MATHLA’UL ANWAR
MATA KULIAH       : PEMIKIRAN MODERN DALAM ISLAM
DOSEN                      : Dr. DIDIN SAEFUDIN ALBUCHORI
JENIS TUGAS           : RESUME
TGL. MATERI           : SABTU, 29 JUNI 2013       



Dari Mata Kuliah Pemikiran Modern Dalam Islam dapat diambil beberapa kesimpulan (Resume) diantaranya :
1.      Modernisme  mengandung  arti fikiran, aliran, gerakan dan usaha mengubah faham-faham, adat istiadat, dan institusi-institusi lama untuk disesuaikan dengan suasana baru yang ditimbulkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern.
2.      Aliran Modern dalam Islam diartikan sebagai pemikiran-pemikiran di kalangan kaum Muslimin yang berusaha melakukan  ijtihad-ijtihad atas segala aspek kehidupan sebagai respon terhadap perkembangan yang muncul akibat kemajuan sains dan teknologi modern.
3.      Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern memasuki dunia Islam terutama setelah permulaan abad ke-19 yang dalam sejarah Islam dipandang sebagai permulaan periode modern.
4.      Kontak dengan dunia Barat selanjutnya membawa ide-ide baru ke dunia Islam seperti rasionalisme, nasionalisme, demokrasi, gaya hidup, dan sebagainya. Hal ini tentu saja membawa persoalan-persoalan baru yang kemudian direspon oleh tokoh-tokoh Islam bagaimana cara mengatasinya.
5.      Tujuan dilakukannya ijtihad  merespon perkembangan modern adalah untuk melepaskan umat Islam dari kemunduran, keterbelakangan dan kejumudan menuju kemajuan, tanpa melepaskan nilai-nilai Islam yang prinsipil.

6.      Contoh Faham yang ditolak:
·         Westernisme,
·         Sekularisme,
·         Materialisme,
·         Atheisme,
·         Deisme,
·         Rasionalisme
·         Antroposentrisme.
7.      Contoh Faham yang “relatif dapat diterima”: 
·         Modernisme,
·         Nasionalisme,
·         Demokrasi, dan
·         Hak Asasi  Manusia
8.      Westernisme  adalah faham, pikiran dan gagasan yang mengubah cara pandang  non-Barat menjadi Barat dalam segala aspeknya, seperti pakaian, gaya hidup, cara hidup, ideologi, keyakinan, dan lain- lain.
9.      Sekularisme adalah faham yang memisahkan urusan kehidupan dunia dengan urusan agama  atau memisahkan urusan kehidupan di sini (dunia) dengan kehidupan nanti (akhirat)
10.  Atheisme adalah faham yang meyakini ketiadaan Tuhan.
11.  Materialisme adalah faham yang meyakini bahwa materi itu segala-galanya bagi manusia. Materi di sini dalam arti segala yang dapat diindra oleh manusia, karena itu yang tdk dpt diindra pasti tidak ada.
12.  Deisme adalah faham yang meyakini bahwa Tuhan  menciptakan alam tetapi setelah alam tercipta ia lepas tangan tidak mempedulikan lagi apa yang terjadi dengan alam.
13.  Rasionalisme adalah faham yang mengganggap pikiran manusia adalah segala-galanya. Ada dan tidaknya segala sesuatu disebabkan karena pikiran.
14.  Antroposentrisme adalah faham bahwa manusia harus menjadi tolok ukur bagi segala sesuatu. Benar tidaknya sesuatu dikembalikan kepada penilaian manusia
15.  Nasionalisme adalah faham kebangsaan. Yaitu faham bahwa setiap bangsa memiliki tanah air  tempat mereka hidup yang harus diperjuangkannya .
16.  Demokrasi adalah sistem penyelenggaraan negara yang didasarkan pada pemilihan rakyat, bukan penunjukan atau faktor keturunan
17.  Hak Asasi Manusia adalah faham yang berusaha menjunjung tinggi hak-hak dasar manusia tanpa boleh dilanggar dengan alasan apapun, seperti hak hidup, hak berusaha, hak berbicara, hak berpendapat, hak terhindar dari ketakutan, hak memilih keyakinan dan lain- lain.