SEBAIK-BAIK MANUSIA ADALAH YANG BERMANFAAT BAGI ORANG LAIN (SESAMA MANUSIA)

Sabtu, 22 Juni 2013

MAKTABAH SYAMILAH




TGL PENYERAHAN RESUME      :
NAMA                        : BADRUSSALAM MUCHTAR, S.Pd.I
UTUSAN                    : MATHLA’UL ANWAR
MATA KULIAH       : MAKTABAH SYAMILAH
DOSEN                      : IRVAN ZARYNAB AWALUDIN, S.Th.I
JENIS TUGAS           : RESUME
TGL. MATERI           : 16 JUNI 2013

 
TGL PENYERAHAN RESUME      :
NAMA                        : BADRUSSALAM MUCHTAR, S.Pd.I
UTUSAN                    : MATHLA’UL ANWAR
MATA KULIAH         : MAKTABAH SYAMILAH
DOSEN                      : IRVAN ZARYNAB AWALUDIN, S.Th.I
JENIS TUGAS           : RESUME
TGL. MATERI           : 16 JUNI 2013
 
















TGL PENYERAHAN RESUME      :
NAMA                        : BADRUSSALAM MUCHTAR, S.Pd.I
UTUSAN                    : MATHLA’UL ANWAR
MATA KULIAH       : MAKTABAH SYAMILAH
DOSEN                      : IRVAN ZARYNAB AWALUDIN, S.Th.I
JENIS TUGAS           : RESUME
TGL. MATERI           : 16 JUNI 2013

 






Soal :
1.      Cari dari hadits dalam kitab كتب الستة (Imam Bukhari, Muslim, Nasai, Ibnu Majah, Tirmidzi dan Abu Daud) Tentang bunyi hadits : حفت الجنة بالمكاره حفت النار با لشهوات Diartikan secara harfiyah.
2.      Masalah Keluarga Berencana (KB) تحديد النسل  Dan  تنظيم النسل
3.      Tafsir Mutasabihat dari ayat يدالله فوق ايديهم  Dengan pentafsiran dari 3 kitab tafsir. (تفسير القرطبي, تفسير ابن كثير, تفسير الجلالين )

Jawaban :
1.       :  حفت الجنة بالمكاره حفت النار با لشهوات
a.       Imam Tirmidzi
سنن الترمذي - شاكر + ألباني - (4 / 693)
 2559 - حدثنا عبد الله بن عبد الرحمن أخبرنا عمرو بن عاصم أخبرنا حماد بن سلمة عن حميد و ثابت عن أنس : أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال حفت الجنة بالمكاره وحفت النار بالشهوات
 قال أبو عيسى هذا حديث حسن غريب من هذا الوجه صحيح
قال الشيخ الألباني : صحيح
Artinya :
Sunan Tirmidzi - Shaakir,  Albany - (4/693)
Dikisahkan Abdullah bin Abdul Rahman mengatakan Amr bin Asim bin Hammad Salamah memberitahu kami tentang Hamid dan mantap Anas: bahwa Rasulullah SAW, berkata Surga dikitari (dikelilingi) oleh hal-hal yang tidak disukai, dan neraka dikitari (dikelilingi) oleh hal-hal yang menyenangkan.
  Berkata Abu Isa pembicaraan ini  bagus ajaib (aneh) adalah wajah sejati
Syaikh al-Albani berkata: Benar
b.      Imam Muslim
صحيح مسلم ـ مشكول وموافق للمطبوع - (8 / 142)
7308 - حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ بْنِ قَعْنَبٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ ثَابِتٍ وَحُمَيْدٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ ».
Artinya :
Shahih Muslim Masykul wamuwaafiqu lilmathbu’ - (8/142)
Dikisahkan Abdullah bin Muslim bin Hammad bin Salamah dari Tsabit dan Hamid dari Anas bin Malik mengatakan Rasulullah - saw - « Surga dikitari (dikelilingi) oleh hal-hal yang tidak disukai, dan neraka dikitari (dikelilingi) oleh hal-hal yang menyenangkan.
c.       Abu Daud
عون المعبود شرح سنن أبي داود (مراجع) - (9 / 2025)
قَالَ الْمُنْذِرِيُّ : وَأَخْرَجَهُ التِّرْمِذِيّ وَالنَّسَائِيُّ ، وَقَالَ التِّرْمِذِيّ حَسَن صَحِيح . وَقَدْ أَخْرَجَ مُسْلِم فِي صَحِيحه مِنْ حَدِيثه أَنَس بْن مَالِك رَضِيَ اللَّه عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُول اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ " حُفَّتْ الْجَنَّة بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتْ النَّار بِالشَّهَوَاتِ " وَأَخْرَجَهُ أَيْضًا مِنْ حَدِيث الْأَعْرَج عَنْ أَبِي هُرَيْرَة رَضِيَ اللَّه عَنْهُ ، ذَكَرَ بَعْضهمْ أَنَّ هَذَا مِنْ بَدِيع الْكَلَام وَجَوَامِعه الَّذِي أُوتِيَهُ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ التَّمْثِيل الْحَسَن ، فَإِنَّ حِفَاف الشَّيْء جَانِبَاهُ فَكَأَنَّهُ أَخْبَرَ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ لَا يُوصَل إِلَى الْجَنَّة إِلَّا بِتَخَطِّي الْمَكَارِه ، وَكَذَلِكَ الشَّهَوَات وَمَا تَمِيل إِلَيْهِ النُّفُوس ، وَأَنَّ اِتِّبَاع الشَّهَوَات يُلْقِي فِي النَّار وَيُدْخِلهَا ، فَإِنَّهُ لَا يَنْجُو مِنْهَا إِلَّا مَنْ تَجَنَّبَ الشَّهَوَات وَفِيهِ تَنْبِيه عَلَى اِجْتِنَابهَا
.
Artinya :
Aun Ma’buud Syarah Sunan Abi Dawud (referensi) - (9/2025)

Kata Mundhiri: Diriwayatkan oleh al-Tirmidzi dan Nasai, dan berkata Tirmidzi Hassan shahih. Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya dari nya Anas bin Malik ra dia berkata: Rasulullah saw " Surga dikitari (dikelilingi) oleh hal-hal yang tidak disukai, dan neraka dikitari (dikelilingi) oleh hal-hal yang menyenangkan." dan diarahkan juga Hadits A’raj dari Abu Hurairah ra, ​​ mengatakan beberapa dari mereka bahwa ucapan manis dari contoh Hassan, dia mengatakan berkat Tuhan kepadanya, dia tidak datang ke surga, tetapi melewatkan kesulitan, serta keinginan dan cenderung jiwa-jiwa, dan untuk mengikuti keinginan dilemparkan ke dalam api dan masuk, tidak dapat bertahan hidup hanya Hindari keinginan dan peringatan yang harus dihindari.
d.      Imam Bukhari, Imam Nasai dan Imam Ibnu Mazah لاتوجد نتائج

2.      Masalah Keluarga Berencana (KB) تحديد النسل  Dan  تنظيم النسل

فتاوى الزرقا - (142 / 1)
موقف الإسلام من تحديد النسل
السؤال: يكْثُر اليوم الكلام والحديث عن ضرورة اتخاذ تدابير عامة في البلاد لتحديد النسل، فما موقف الإسلام من هذه الدعوى في البلاد الإسلامية؟
الجواب:
ثبت عن رسول الله ـ صلى الله عليه وسلم ـ أنه قال: "تَزوَّجوا الودُودَ الولُودَ فإنِّي مُكاثِر بكم الأمَم"(19) . وروي أيضًا بإسناد غير قوي، ولكن تُعضِّده مؤيِّدات من الأدلة أنه ـ عليه الصلاة والسلام ـ قال: "تَنَاكَحُوا تَكْثُروا فَإنِّي أُبَاهِي بِكُمُ الْأُمَمَ يَوْمَ الْقِيَامَة"(20) .
وفي هذا دلالة كافية على أن تحديد النسل بأي وسيلة من الوسائل لا يَجوز في ظلِّ الإسلام أن يكون هدفًا عامًا في الدولة تَهدِف إليه، وتخطِّط له، وتحمِل عليه الناس بتدابير عامة. فلا يَزال، ولن يَزال، العدد البشري في كل أمة من أهم مقاييس شأنها في الأنظار الدولية، وقابليَّات قدرتها وقوتها.
ولكن لا يوجد مانع شرعي في الإسلام من اتخاذ تدابير شخصية (أي: في نطاق شخصي غير عام) من كل فرد بحسَب ظروفه الخاصة وقدرته المالية، بتحديد نسله بطرق منْع الحمْل، دون طرُق الإجْهاض التي فيها عدوان على جنين متكوِّن، إلا في حالات الضرورات التي تصل إلى درجة إباحة المحظورات كضرورة إنقاذ حياة الأم إذا توقَّف على إسقاط حملها.
هذا ما تدل عليه نصوص الشريعة وعموماتها وكلام الفقهاء. وهو الموقف الذي استقر عليه رأي علماء الشريعة الإسلامية المعاصرين في عدة مناسبات وحلْقات اجتماعية كمهرجان الغزالي بجامعة دمشق سنة / 1961م، ومؤتمر تنظيم الوالديَّة في الرِّباط عاصمة المملكة المغربية سنة / 1971، وفي كليهما اشترك فقهاء العصر على مستوى البلاد العربية والإسلامية، وقرَّروا هذا الموقف، كما قرره أيضًا العلامة المحقق الداعية الإسلامي الشيخ أبو الأعلى المودودي في كتابه القيم عن الدعوة إلى تحديد النسل وموقف الإسلام منها
هامش

Artinya :
Fatawa Zarqa - (142/1)
Posisi Islam pada pengendalian kelahiran (KB)
Pertanyaan: Banyak pembicaraan hari ini untuk berbicara tentang perlunya untuk mengambil langkah-langkah umum di negara pengendalian kelahiran (KB), Bagaimana Islam menyikapi tentang hal ini di negara-negara Islam?

jawabannya:
Dikisahkan bahwa Rasulullah, saw, ia berkata: "Menikah dengan penuh kasih dan sayang sesungguhnya banyak menjadikan umam (19). Diriwayatkan juga merupakan dengan isnad yang kuat, tapi ‘idhdhoh pendukung bukti, Rasulullah SAW. mengatakan: "Menikahlah kalian bangsa kita pada hari kiamat" (20).
Dalam indikasi ini cukup bahwa pengendalian kelahiran dengan cara apapun, tidak diperkenankan dalam Islam menjadi sasaran tahun di negara ini, bertujuan untuk dia, dan rencananya, dan membawanya orang dengan tindakan publik. Hal ini masih, dan akan tetap, jumlah manusia di setiap negara satu langkah yang paling penting yang akan di perhatian internasional, dan kemampuan dan kekuatan mereka.
Tetapi tidak ada alasan yang sah mengapa dalam Islam dari tindakan pribadi (yaitu: dalam lingkup pribadi non-generik)
Masing-masing individu sesuai dengan keadaan sendiri dan kemampuan keuangan, untuk mengidentifikasi keturunannya metode kontrasepsi, tanpa metode aborsi di mana agresi pada Jenin terdiri, kecuali dalam kondisi darurat, yang berjumlah disahkannya larangan yang diperlukan untuk menyelamatkan kehidupan ibu jika berhenti untuk menjatuhkan membawa
Hal ini dibuktikan dengan ketentuan hukum pada umumnya dan kata-kata ulama. Sebuah posisi yang menetap pada pendapat ulama sezaman hukum Islam pada beberapa kesempatan dan lokakarya sosial festival Ghazali Universitas Damaskus Tahun / 1961, dan Konferensi Planned Parenthood di Rabat, ibukota Kerajaan Maroko Tahun / 1971, dan dalam kedua Berlangganan sarjana usia di tingkat negara-negara Arab dan Islam, dan memutuskan posisi ini, keputusan ini juga menandai penyidik ​​Islam pengkhotbah Sheikh Abu Ala Mawdudi nilai bukunya untuk menganjurkan kontrol kelahiran dan posisi Islam
darinya.


فتاوى الشبكة الإسلامية - (1 / 92)
رقم الفتوى 268 حكم تنظيم النسل
تاريخ الفتوى : 24 ذو القعدة 1421
السؤال
ما حكم تنظيم النسل في الإسلام مع ذكر الأدلة؟
الفتوى
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصبحه أما بعد:
فإذا كان تنظيم النسل لمصلحة شرعية اقتضته ، كإرهاق الأم بسبب الولادات المتتابعة بأن أخبرها الأطباء أن في تتابع الولادة خطرا على حياتها أو إضعافًا لبنيتها فالصحيح إن شاء الله أنه لا مانع من تنظيم النسل ، فقد ثبت بالحديث الذي رواه البخاري ومسلم عن جابر رضي الله عنه الله عنهما أنه قال: كنا نعزل على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم والقرآن ينزل . لكن الجواز مشروط بألا يكون هناك قطع كامل للنسل . والله أعلم
المفتي: مركز الفتوى بإشراف د.عبدالله الفقيه
فتاوى ذات صلة
لا يجوز الإجهاض تحت أي ذريعة مالم يكن هناك تضرر ببقاء الجنين
قرار المجمع الفقهي حول تحديد النسل
إسقاط الجنين دون مبرر شرعي لا يجوز
المزيد
26800
النامصة ملعونة على لسان النبي صلى الله عليه وسلم
الفهرس » اللباس والزينة » الزينة » أحكام الزينة (548)
Artinya :
Fatawa Syibkah Islamiyah - (1/92)
Fatwa No 268 aturan kontrol kelahiran
Fatwa Tanggal: 24 November 1421
pertanyaan
Apa keluarga berencana berkuasa dalam Islam dengan bukti?
fatwa
Segala puji bagi Allah, doa dan salam atas Rasulullah, keluarganya dan para sahabatnya. Jika pengendalian kelahiran untuk kepentingan legitimasi yang dibutuhkan oleh, ibu Karhaq karena kelahiran berturut-turut bahwa ia mengatakan kepada dokter bahwa dalam urutan bahaya melahirkan hidupnya atau melemahkan struktur yang benar adalah bahwa, insya Allah, bahwa saya tidak keberatan kontrol kelahiran, telah terbukti untuk berbicara, yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Jabir ra dengan dia Tuhan dengan mereka, ia berkata: kita mengisolasi saat Rasulullah, saw dan Alquran turun. Tapi paspor tanpa syarat bahwa tidak akan ada jalan penuh keturunannya. Dan Allah tahu yang terbaik
Mufti: Fatwa Center di bawah pengawasan Dr Abdullah al-Faqih.
Terkait fatwa
Aborsi tidak mungkin dengan dalih apapun kecuali ada kerusakan pada kelangsungan hidup janin
Keputusan Dewan Fiqih tentang pengendalian kelahiran
Untuk membatalkan janin tanpa alasan yang sah mungkin tidak
lebih 26.800
3.      Tafsir Mutasabihat dari ayat يدالله فوق ايديهم  Dengan pentafsiran dari 3 kitab tafsir. (تفسير القرطبي, تفسير ابن كثير, تفسير الجلالين )

تفسير القرطبي - (16 / 267)
إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ فَمَنْ نَكَثَ فَإِنَّمَا يَنْكُثُ عَلَى نَفْسِهِ وَمَنْ أَوْفَى بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا (10)

ألا بكرت مي بغير سفاهة ... تعاتب والمودود ينفعه العزر
وقال ابن عباس وعكرمة: تقاتلون معه بالسيف. وقال بعض أهل اللغة: تطيعوه." وَتُوَقِّرُوهُ" أي تسودوه، قاله السدي. وقيل تعظموه. والتوقير: التعظيم والترزين أيضا. والهاء فيهما للنبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وهنا وقف تام، ثم تبتدئ" وَتُسَبِّحُوهُ" أي تسبحوا الله" بُكْرَةً وَأَصِيلًا" أي عشيا. وقيل: الضمائر كلها لله تعالى، فعلى هذا يكون تأويل" تُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُ" أي تثبتوا له صحة الربوبية وتنفوا عنه أن يكون له ولد أو شريك. واختار هذا القول القشيري. والأول قول الضحاك، وعليه يكون بعض الكلام راجعا إلى الله سبحانه وتعالى وهو" وَتُسَبِّحُوهُ" من غير خلاف. وبعضه راجعا إلى رسوله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وهو" وَتُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُ" أي تدعوه بالرسالة والنبوة لا بالاسم والكنية. وفي" تُسَبِّحُوهُ" وجهان: أحدهما- تسبيحه بالتنزيه له سبحانه من كل قبيح. والثاني- هو فعل الصلاة التي فيها التسبيح." بُكْرَةً وَأَصِيلًا" أي غدوة وعشيا. وقد مضى القول «1» فيه. وقال الشاعر:
لعمري لانت البيت أكرم أهله ... وأجلس في أفيائه بالاصائل «2»

[سورة الفتح (48): آية 10]
إِنَّ الَّذِينَ يُبايِعُونَكَ إِنَّما يُبايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ فَمَنْ نَكَثَ فَإِنَّما يَنْكُثُ عَلى نَفْسِهِ وَمَنْ أَوْفى بِما عاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْراً عَظِيماً (10)
قوله تعالى:" إِنَّ الَّذِينَ يُبايِعُونَكَ" بالحديبية يا محمد." إِنَّما يُبايِعُونَ اللَّهَ" بين أن بيعتهم لنبيه صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إنما هي بيعة الله، كما قال تعالى:" مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطاعَ اللَّهَ" «3» [النساء: 80]. وهذه المبايعة هي بيعة الرضوان، على ما يأتي بيانها في هذه السورة إن شاء الله تعالى." يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ" قيل: يده في الثواب فوق أيديهم في الوفاء، ويده في المنة عليهم بالهداية فوق أيديهم في الطاعة. وقال الكلبي: معناه نعمة الله عليهم فوق ما صنعوا
__________
(1). راجع ج 14 ص (198)
(2). البيت لابي ذؤيب.
(3). آية 80 سورة النساء.
Artinya :

Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barang siapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barang siapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar. (10)
Berfirman Allah. SWT. “Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu”: "Mereka yang engkau" dengan tangan Muhammad " sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah." antara ikrar kesetiaan  kepada Nabi seseungguhnya dia telah berikrar janji kepada Allah. SWT. , Sebagaimana Allah berfirman:. "Siapa pun yang menaati Rasul itu telah menaati Allah" «[An-Nisa:
Ikrar ini adalah janji kesetiaan Radwan, pada apa yang keluar dalam Surah, insya Allah "Tangan Tuhan di atas tangan mereka," kata: dalam penghargaan menyerahkan tangan mereka di penuhi, dan tangan kepada Tuhan bagi mereka untuk dibimbing melalui tangan mereka dalam ketaatan. Kalbi berkata: artinya kasih karunia Allah pada mereka atas apa yang telah mereka lakukan




تفسير ابن كثير / دار طيبة - (7 / 329)
إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ فَمَنْ نَكَثَ فَإِنَّمَا يَنْكُثُ عَلَى نَفْسِهِ وَمَنْ أَوْفَى بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا (10)

{ إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ فَمَنْ نَكَثَ فَإِنَّمَا يَنْكُثُ عَلَى نَفْسِهِ وَمَنْ أَوْفَى بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا (10) }
يقول تعالى لنبيه محمد -صلوات الله وسلامه عليه (1) { إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا } أي: على الخلق، { وَمُبَشِّرًا } أي: للمؤمنين، { وَنَذِيرًا } أي: للكافرين. وقد تقدم تفسيرها في سورة "الأحزاب" (2) .
{ لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُعَزِّرُوهُ } ، قال ابن عباس وغير واحد: يعظموه، { وَتُوَقِّرُوهُ } من التوقير وهو الاحترام والإجلال والإعظام، { وَتُسَبِّحُوهُ } أي: يسبحون الله، { بُكْرَةً وَأَصِيلا } أي: أول النهار وآخره.
ثم قال تعالى لرسوله صلى الله عليه وسلم تشريفا له وتعظيما وتكريما: { إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ } كقوله { مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ } [النساء : 80]، { يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ } أي: هو حاضر معهم يسمع أقوالهم ويرى مكانهم، ويعلم ضمائرهم وظواهرهم، فهو تعالى هو المبايع بواسطة رسوله
__________
(1) في ت، م: "صلى الله عليه وسلم".
(2) عند الآية الخامسة والأربعين.


Artinya :
Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barang siapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar. (10)
{ Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barang siapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar. (10)}
Allah berkata kepada Nabi-Nya Muhammad - damai dan berkat Allah besertanya (1) {Aku mengutus kamu menjadi saksi} yaitu: Penciptaan, {Mubashshiran} maksudnya untuk orang mukmin dan pertanda untuk orang kafir. Dan sudah menjelaskan di Surat "Al-Ahzab" (2).
{Untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengagungkannya}, Ibnu Abbas berkata, dan merupakan salah satu: Aazmoh, {dan Tokaroh} penghormatan, rasa hormat dan hormat dan Alaazam, {dan Tsobhoh} yaitu: memuji Allah, {pagi dan malam} yaitu: hari pertama, dan seterusnya.
Lalu ia berkata kepada Rasul-Nya, saw suatu kehormatan baginya dan keluar dari rasa hormat dan kehormatan: { Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah } seperti firmannya{barangsiapa menaati Rasul berarti telah menaati Allah} [An-Nisa: 80], {tangan Allah di atas tangan mereka} yaitu: hadir dengan mereka, mendengar kata-kata mereka dan melihat di tempat mereka, dan dia tahu hati nurani dan Zohir mereka, Maka Allah membuat ikrar perjanjian kepada Rasulnya.

تفسير الجلالين - (10 / 104)
إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ فَمَنْ نَكَثَ فَإِنَّمَا يَنْكُثُ عَلَى نَفْسِهِ وَمَنْ أَوْفَى بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا (10)

إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ فَمَنْ نَكَثَ فَإِنَّمَا يَنْكُثُ عَلَى نَفْسِهِ وَمَنْ أَوْفَى بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

"إنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَك" بَيْعَة الرِّضْوَان بِالْحُدَيْبِيَةِ "إنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّه" هُوَ نَحْو "مَنْ يُطِعِ الرَّسُول فَقَدْ أَطَاعَ اللَّه" "يَد اللَّه فَوْق أَيْدِيهمْ" الَّتِي بَايَعُوا بِهَا النَّبِيّ أَيْ هُوَ تَعَالَى مُطَلِّع عَلَى مُبَايَعَتهمْ فَيُجَازِيهِمْ عَلَيْهَا "فَمَنْ نَكَثَ" نَقَضَ الْبَيْعَة "فَإِنَّمَا يَنْكُث" يَرْجِع وَبَال نَقْضه "عَلَى نَفْسه وَمَنْ أَوْفَى بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهِ اللَّه فَسَيُؤْتِيهِ" بِالْيَاءِ وَالنُّون
Artinya :
Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barang siapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar. (10)
Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barang siapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar. (Sesungguhnya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu) yaitu melakukan baiat Ridwan di Hudaibiah (sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah) pengertian ini sama dengan makna yang terkandung dalam ayat lainnya, yaitu firman-Nya, "Barang siapa yang menaati rasul, sesungguhnya ia telah menaati Allah." (Q.S. An-Nisa, 80). (Tangan kekuasaan Allah berada di atas tangan mereka) yang berbaiat kepada Nabi saw. Maksudnya, bahwa Allah swt. menyaksikan pembaiatan mereka, maka Dia kelak akan memberikan balasan pahala-Nya kepada mereka (maka barang siapa yang melanggar janjinya) yakni merusak baiatnya (maka sesungguhnya ia hanya melanggar) karena itu akibat dari pelanggarannya akan menimpa (dirinya sendiri dan barang siapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya) dapat dibaca Fasaya`tiihi atau Fasanu`tiihi, kalau dibaca Fasanu`tihi artinya, Kami akan memberinya (pahala yang besar.)